Selasa, 10 Juni 2014

LAPORAN ILMIAH DAN RANCANGAN PENELITIAN

  Laporan Ilmiah
Laporan ilmiah adalah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan atau agasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan.
1.      Macam-macam Lapoaran
a.       Laporan berbentuk formulir isian dimana ini biasanya disiapkan blanko daftar isian yang diserahkan pada tujuan yang akan dicapai.
b.      Laporan berbentuk surat dimana laporan yang bentuk surat prinsipnya sama dengan surat biasa perbedaannya tereletak pada isi dan panjang surat.
c.       Laporan berbentuk memorandum dimana laporan berbentuk memo atau catata  pendek lebih singkat dibanding surat laporan ini sering digunakan dalam lingkungan organisasi atau lembaga.
2.      Ciri-ciri Laporan
a.       Penggunaan bahasa yang ilmiah (baku)
b.      Laporan disertakan dengan identifikasi masalah
c.       Adanya kesimpulan dan saran
d.      Laporan dibuat menarik dan juga interaktif
3.      Syarat Pembuatan Laporan
a.       Penulisannnya berdasarkan hasil penelitian disertai pemecahannya
b.      Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai fakta
c.       Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa
d.      Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan  (EYD)
e.       Tulisan disusun menurut sistem tertentu
f.        Bahasanya harus lengkpa, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat.

B.      Rancangan Usulan Penelitian
1.       Manfaat Rancangan Usulan Penelitian
Rancangan usulan penelitian untuk disertasi, usulan penelitian untuk disertasi, dan disertasi sebenarnya menunjukan kepada satu hal yang sama, yaitu disertasi. Oleh karena itu hal-hal yang dituntut untuk rancangan usulan penelitian untuk disertasi dan dalam usulan penelitian untuk disertasi selalu menunjuk kepada apa yang dituntut untuk suatu disertasi. Dilihat dari segi proses, rancangan usulan penelitian adalah langkah yang paling awal dalam proses penyusunan disertasi. Oleh sebab itu usulan penelitian adalah langkah berikutnya dan disertasi adalah hasil karya.
2.       Bentuk  dan isi Usulan Penelitian
Rancangan usulan penelitian untuk disertasi sekurang-kurangnya memuat unsur-unsur pokok sebagai berikut :
1.      Bagian Awal
a.       Judul penelitian yang direncanakan akan dilakukan.
b.      Identitas penyusun rancangan.
c.       Tanggal pengajuan rancangan ke Program Pascasarjana.

2.      Bagian Utama
Bagian utama meliputi :
a.       Rasional dari judul yang dipilih.
b.      Perumusan masalah, telaah pustaka dan penelitian terdahulu.
c.       Tujuan dan kegunaan penelitian.
d.      Kerangka pemikiran teoritis.
e.       Rancangan hipotesis, jika dipakai.
f.       Metode penelitian.
g.      Hasil yang diharapkan dan masalah yang diantisipasi.
h.      Jadwal penelitian.

3.      Bagian Akhir
a.       Daftar pustaka sementara.
b.      Daftar riwayat hidup penyusun rancangan.

Isi Rancangan Usulan Penelitian
                        A.    Bagian Awal
1.      Judul
Judul rancangan usulan penelitian diketik dengan huruf kapital. Judul hendaklah cukup ekspresif menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti. Di bawah judul ditulis kalimat :"Rancangan Usulan Penelitian Untuk Disertasi"
2.      Identitas Penulis
Nama : hanya huruf-huruf pertama yang diketik dengan huruf Kapital.
3.      Tanggal Pengajuan, ditulis :
Diajukan kepada Program Pascasarjana
Universitas Gunadarma 2013
pada tanggal


B. Bagian Utama 
1. Perumusan Masalah
Dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi, unsur pokok perumusan masalah ini mempunyai peranan lebih penting dari unsur-unsur pokok lain.

2.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian 
Dalam fasal tujuan dan kegunaan penelitian ini disebutkan secara spesifik tujuan-tujuan apa yang dirancangkan akan dicapai dalam penelitian itu dan kegunaan apa yang akan diperoleh dari penelitian yang dirancangkan.

3.      Metode Penelitian 
Pasal metode penelitian memuat hal-hal sebagai berikut:
a.       Pendekatan dan bentuk/cara yang dipakai untuk meneliti.
b.      Penjelasan tentang populasi serta rancangan teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. 
c.       Metode pengumpulan data dan alat pengambil data yang akan digunakan.
  

C. Bagian Akhir
1. Daftar Pustaka
Penulisan daftar pustaka didasarkan atas pustaka yang telah dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan penelitian. Tujuan utama penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai bagaimana orang dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam rancangan usulan penelitian. Hal-hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka adalah seperti disebutkan dibawah ini :
a.       Untuk buku :
1.      Nama penulis
2.      Tahun penerbitan
3.      Judul buku
4.      Nama penerbit
5.      Tempat penerbitan.

b.      Untuk jurnal :
1.      Nama penulis
2.      Tahun penerbitan
3.      Judul tulisan
4.      Nama jurnal
5.      Jilid ( dan nomor )
6.      Halaman.
7.      Untuk sumber pustaka lain dapat digunakan pedoman yang lazim.

D.    Cara menulis pustaka dan artikel sesuai ketentuan yang berlaku.
a.      Daftar Riwayat Hidup
Daftar riwayat hidup (bio-data, curriculum vitae) penyusun rancangan usulan penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
1.      Nama lengkap dan derajat akademik
2.      Tempat dan tanggal lahir
3.      Pangkat dan jabatan
4.      Riwayat pendidikan tinggi
5.      Karya ilmiah
6.      Pertemuan ilmiah yang dihadiri dan
7.      Penghargaan ilmiah, bila ada.

Sumber :
http://yuliantiervy.blogspot.com/2013/06/rancangan-usulan-penelitian.html
http://fungsiumum.blogspot.com/2013/06/isi-rancangan-usulan-penelitian.html
http://www.docstoc.com/docs/113523744/Pedoman-Usulan-Disertasi

Senin, 28 April 2014

karangan ilmiah. karangan non ilmiah dan metode ilmiah


A.
    Karangan Ilmiah
1.      Karangan Ilmiah adalah karya tulis yang dihasilkan dari kegiatan megungkapkan pemikiran dan menyampaikan melalui tulisan kepada orang lain untuk dipahami.

2.      Ciri-ciri karangan Ilmiah :
a.       Sistematis, artinya ,emgikuti pola pengembangan tertentu, misalanya dalam pola urutan, klasifikasi, dan sebagainya.
b.      Objektif, artinya pembahasan suatu hasil penelitian sesuai dengan yang diteliti.
c.       Cermat, tepat, dan benar.

3.      Jenis-jenis Karangan Ilmiah :
a.       Makalah adalah Hasil karya tulis yang menyajikan sesuatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data dilapangan bersifat empiris-objektif.
b.      Paper adalah jenis karangan yang bisa disebut kesimpulan.
c.       Laporan pemelitian lapangan adalah jenis karangan yang yang penulisannya menggunakan prosedur formal dan material. Krangan yang harus melalui penelitian lapangan dan menggunkana metode riset dan hanya menyangkup bidang tertentu.

4.      Contoh Karangan Ilmiah :
a.       Tentang Analisis kepuasan konsumen terhadap warnet. Dalam karangan ilmiah biasanya dimulai dengan menulis pendahuluan,landasan teori, metodologi penelitian, dan pembahasan.
b.      Dongeng, Cerpen, dan Novel, dan Drama

B.     Karangan Non Ilmiah
1.      Karangan Non Ilmiah dalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman kehidupan sheari=hari, berdifat subjektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popouler atau biasa digunakann tidak terlalu formal.

2.      Ciri-ciri Karangan Non Ilmiah :
a.       Ditulis berdasarkan fakta pribadi
b.      Tidak membuat hipotesis
c.       Fakta yang disimpulkan subjektif
d.      Bersifat imajinatif

3.      Jenis Karangan Non Ilmiah :
a.       Dongeng adalah meripakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata menjadi suatu alur perjalanan hidup pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan mahluk lainnya.
b.      Cerpen adalah karangan fiktif yang berisi sebagian kehidupan seseorang atau kehidupan yang diceritakan secara ringkas yang berfokus [ada suatu tokoh.

4.      Contoh Krangan Non Ilmiah
a.      “Kabayan Sakit”
Kabayan sedang menderita pilek dan batuk. Malam sebelumnya Kabayan memang terkena hujan ketika pulang dari rumah Pak RT. 
Kabayan pun dianter Nyi Iteung pergi ke Puskesmas.
Pulang dari Puskesmas, Kabayan merasa yakin bahwa sakitnya akan segera sembuh. Pak Mantri yang sangat baik itu, memberinya 2 macam obat yang harus diminum.
Sore hari ketika Kabayan harus minum obat, Nyi Iteung tidak nampak.
“Lagi ke rumah Abah kali ya.” gumam Kabayan.
Kabayan pun meminum obat yang didapatnya dari Puskesmas.
Tak lama kemudian Nyi Iteung datang, dan dengan terheran-heran dia menyaksikan Kabayan sedang meloncat-loncat.
“Kang Kabayan, udah sembuh? Baru minum obat kok sudah langsung olah raga?” tanya Nyi Iteung.
“Akang… bukan… sedang.. olah .. raga Nyi..” kata Kabayan sambil terengah-engah.
“Tapi tadi Akang lupa membaca label di botol obat batuk. Disitu ditulis, kocok dahulu sebelum diminum.”
Rupanya Kabayan meloncat-loncat supaya obatnya bisa dikocok di dalam perut.
Nyi Iteung menjadi bertambah bingung dengan penjelasan Kabayan

C.     Metode Ilmiah
1.      Metode Ilmiah adalah suatu proses untuk keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan buku fisis. Metode ilmiah juga dapat diartikan sebagai proses dalam memecahkan masalah secara sistematis, empiris, dan terkontrol.

2.      Tujaun Metode Ilmiah
a.       Mengetahu tata cara penulisan ilmiah
b.      Meningkatkan keterampilan dan mengorganisasikan, dan menyajikan faktasecara sistematis.
c.       Menambah waawasan dalam menggunakan teknik yang cepat dan tepat untuk digunakan dalam menyusun laporan sebuah tulisan ilmiah.

3.      Sikap Ilmiah adalah suatu sikap yang harus dimilki pada diri sesorang ilmuwan atau akademis ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah dan menerima pendapt orang lain dengan baik dan benar yang tidak mengenal putus asa degan ketekunan juga keterbukaan. Conoth sikap ilmiah yamg harus ada seperti : sikap ingin tahu, sikap kritis, dan sikap objektif.


Sumber :

5.   http://anggaprayudhagunadarma.blogspot.com/

Senin, 24 Maret 2014

penalaran

Penalaran

Adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik)
yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi (proposisi yang sejenis), berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut me-nalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut Dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Contoh :
Ayam adalah burung
Semua sepeda beroda

1. Penalaran Induktif
            Penalaran induktif adalah penalaran yang memberlakukan atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum (Smart,1972:64). Penalaran ini lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau empiri. Dengan kata lain penalaran induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus yang bersifat individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum.(Suriasumantri, 1985:46). Inilah alasan eratnya kaitan antara logika induktif dengan istilah generalisasi.

Contoh :    Logam 1 memuai kalau dipanaskan
                     Logam 2 memuai kalau dipanaskan
                     Semua logam memuai kalau dipanaskan 

2. Penalaran Deduktif
             Penalaran deduktif dibidani oleh filosof Yunani Aristoteles merupakan penalaran yang beralur dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum menuju pada penyimpulan yang bersifat khusus.Sang Bagawan Aristoteles (Van Dalen:6) menyatakan bahwa penalaran deduktif adalah, ”A discourse in wich certain things being posited, something else than what is posited necessarily follows from them”. pola penalaran ini dikenal dengan pola silogisme. Pada penalaran deduktif menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
            Corak berpikir deduktif adalah silogisme kategorial, silogisme hipotesis, silogisme alternatif. Dalam penalaran ini tedapat premis, yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan. Untuk penarikan kesimpulannya dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Penarikan kesimpulan secara langsung diambil dari satu premis,sedangkan untuk penarikan kesimpulan tidak langsung dari dua premis.

Contoh :   Semua doctor perempuan
                     ibuku seorang doctor
                     maka ibuku perempuan

      contoh yang lainnya
                     kita pasti akan merasakan sukses
                     Manusia adalah kita
                     Jadi manusia akan merasakan sukses

sumber
http://axsion2013.blogspot.com/2013/10/contoh-reasoning-penalaran-induktif.html#.UzAtKqiSzHQ
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

Rabu, 22 Januari 2014

SOFTSKILL IKLAN

TUGAS SOFTSKILL

NAMA     :    ACHMAD FAUZI
NPM        :    10211068
KELAS    :     3 EA 22

Iklan atau dalam bahasa Indonesia formalnya pariwara  atau jeda adalah promosi benda seperti produk baru, jasa seperti kantor pos, tempat usaha dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Pemasaran melihat peluang besar dalam memasarkan barang atau jasa di dalam media televisi mau pun internet.


Banyak sekali iklan yang bermunculan di televisi bukan hanya mementingkan promosi penjualan sebuah produk, tetapi ada juga iklan yang mengandung unsur nilai kehidupan dan mempunyai makna dalam iklan tersebut


Dan ini adalah iklan yang menurut saya menarik perhatian :
Orang yang berhenti merokokAnda sudah banyak tau akibat merokok itu seperti apa dampak- dampak nya nah disini memceritakan anak yang melihat ibu nya merokok dan mendapatan musibah dan harus dilarikan kerumah sakit









dan disini iklan selanjutnya, memceritakan anak yatim yang kurang kasih sayang dan tak tau kenapa nasip seperti itu dan seorang bapak bapak mendirikan rumah anak yatim dan disana para anak yatim di bimbing dengan baik sekali agar menjadi orang yang sukses.




dan selanjutnya ini iklan yang mendidik anak agar supaya mereka mempunyai cita-cita di masa yang akan datang supaya agar menjadi apa yang dia inginkan, dan bagaimana cara mengapai nya agar tercapai.